Wednesday, December 5, 2018

This Path Is A Lonely Path



This path is a lonely path.
So don't be surprised when a time comes when you become a stranger among people you thought were strangers like yourself. The longer you remain on this blessed path, the more the people will see you as someone who baffles them because a person who chases this dunya will always find ambitions for the aakhirah strange. 

This path is a lonely path.
Because the lover of the dunya have nothing to do with it. It is shunned by the most, out of fear of losing the temporary while they don't realise how they are ruining their eternal life. It is not sought after except by those rare, few, blessed ones who seek the Face of Allah Ta'ala more than anything this worthless world has to offer. you will be mocked, misunderstood, considered a foreigner in your own homeland, considered a stranger amongst your own friends and family.

But know, O beloved, that you aren't the only one whoo feel this staggering bite of loneliness, and you certainly aren't the first. This is the path, where Rasulullah (pbuh) was rejected by his own family and tribe, the path where Yusuf √°laihissalaam was thrown into prison for a crime he never committed. And the examples are many. 

Know, O beloved, that you have chosen this path knowing all the hardships, and so you must bear them with patience and walk upon this path with a smile on your faces. Because this is the path for which the Sahabah radhiAllahu'anhum gave their lives. This is the path of the few, blessed, chosen servants of Allah. So strive to be from amongst them. 

"The path of truth is solitary. Those who traverse it are lonely; they're not wanted, nor their aspiration. Leisurely do they travel, with resolution. Of what they seek, people are heedless, for, about the truth, most are careless."  -Ibn Rajab al-Hanbali-



This path is paved with torn of limbs, irrigated with blood, surrounded by trials. Its tribulations and fitnah waylay you on this path. But as long as you know your goal, and the way is clear to your sight, pursue your journey whatever the case is.



Source: @ukt_in_islam (Instagram Account)

-------------------------

Just read this writing this morning and I feel like, this was made to cheering me up. Mungkin sebenernya tulisan ini lebih relate buat temen-temen muslim yang tinggal di negeri dengan minoritas penduduk muslim. Tapi entah kenapa pas baca ini aku ngerasa relate bangetttt.

 For someone who has written this beautiful writing wherever you are, thank you for encouraging me to always be istiqomah to take this path..


Salaam,


Dhianti Ayu

Sunday, September 9, 2018

Tentang Kematian dan Menjadi Shalihah


Setuju banget sama pendapat yang bilang kalo kematian itu nasihat terbaik buat kita. Dua hari lalu dapet kabar kalo ayahnya Diva, salah satu temenku dari zaman SD, wafat. Rasanya super kaget soalnya baru sekitar semingguan yang lalu ketemu Abah -Diva's dad, btw- di wisudaannya Diva dan keliatannya sehat dan fit banget. Emang bener ya kalo ajal itu bisa dateng kapan aja, nggak peduli kita udah siap atau belum.

"Doa'in Abah ya Dhe. Do'ain gue juga biar jadi shalihah."

Kalimat pendek yang sebenenya sederhana banget, tapi bener-bener meaningful buat aku. Waktu aku takziah, nggak sempet ngobrol banyak sama Diva tapi kalimat pendek yang Diva bilang tadi bener-bener sukses jadi pengingat buat aku yang sekarang ini lagi ngerasa futur seefutur-futurnya. 

Sering banget kita bilang pengen jadi ini, pengen jadi itu, pengen sukses begini, pengen sukses begitu, biar bisa banggain orang tua. Sering kali yang berhasil jadi motivasi kita buat mencapai sesuatu itu karena orang tua kita, karena kita mau banggain mereka. Tapi kadang kita lupa, kalo yang sebenernya paling mereka butuhin dari kita itu adalah dengan kita menjadi shalih/shalihah. Segala kesuksesan dunia yang mungkin berhasil kita raih, nantinya nggak akan bisa berguna apa-apa ketika orang tua kita udah menghadap Allah. Karena yang bisa menolong kita di akhirat nanti cuma tiga hal: shadaqah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya. Yaa, walaupun nggak ada yang tau juga sih, siapa yang akan dipanggil Allah lebih dulu. Bisa jadi orang tua kita, atau justru kita lebih dulu? Tapi menjadi shalihah jelas nggak ada ruginya, kan?


 “Jika seorang meninggal, terputus amalannya kecuali tiga: shadaqah yang terus mengalir pahalanya, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)


Aku sepenuhnya sadar kalo sekarang ini aku masih jauuuuuh banget dari kategori shalihah. Masih susah jaga lisan, suka nyinyir, hobi stalking akun gosip, hafalan ga nambah-nambah, dan setumpuk dosa lain yang nggak mungkin cukup buat aku tulis di sini. Dari ucapan Diva tadi, aku diingetin kalo dari segala impian yang mau aku raih sekarang, menjadi shalihah seharusnya jadi impianku yang nomor satu, dan semuanya harus dilakuin karena Allah, untuk dapet ridhanya Allah.

Hhhh, easier said than done. 

Anyway, terima kasih Diva untuk pengingatnya yang bener-bener bermanfaat buat aku yang lagi futur ini. Allah emang punya jutaan cara yah buat 'nyentil' dan ngingetin ummatNya. 




Tons of love,

Dhianti Ayu

Thursday, April 12, 2018

Edisi Kangen Blogging

Hi, Assalamu√°laikum!



Kangen blogging banget! Semenjak para blogger beralih ke vlog, entah kenapa aku jadi males blogging :( Bukan cuma males bikin postingan, tapi males blog walking juga.. Kenapa?

1. Mostly isi postingan para blogger sekarang adalah sponsored post.
Yaa, nggak ada yang salah juga sih dengan itu. Kan itu salah satu pintu rezeki yang halal juga. Tapi aku sungguh kangen baca postingan yang emang personal thought atau daily life nya si penulis blog *krai*.

Masih ada sih beberapa blogger yang emang masih rajin nulis di luar sponsored post. Tapi ya udah berkurang banget dibanding dulu :(


2. Fashion Blogger beralih ke Instagram
Ini sih ya kayaknya alasan utamanya. Awal aku kenal blog kan emang karena sering blog walking ke blog nya para hijab fashion blogger macam Indah Nada Puspita, Siti Juwariyah, Puput Utami, Fitri Aulia, dkk. Semenjak mereka-mereka ini beralih ke Instagram dan jadi jarang banget update blog, aku automatically jadi jarang blog walking karena ya mau blog walking kemana juga kan :( Harus puas hanya dengan melihat instagram mereka sajah :") padahal baca di blog dan di Instagram itu sensasinya beda :( *banyak mau lo, dhe*

Thank God Diana Rikasari masih rajin (banget) update blog :")


Terus kenapa ga lo aja dhe yang rajin update blog biar minimal rasa kangen lo sama blogging terobati?

AKU WRITER'S BLOCK, QAQAAA :""""

Sedih banget ih sebenernya tuh kangen banget nulis tapi nggak tau mau nulis apa. Mentok. Nggak ada ide. Dan akhirnya malah curhat ga penting macem ini.


Lalu apa faedah dari postingan ini?
Nggak ada sih kayaknya.

Heu.

Ya udah deh aku pamit aja. Doakan semoga writer's block-nya segera hilang ya :"




Tons of Love,


Dhianti Ayu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...